waktu-malam
Temaram lampu kota menemaniku berjalan. Sunyi. Sepi. Suara bus antar kota tak lagi terdengar.
Malam.
Satu dua motor lewat perlahan.
Aku terdiam, menatap ke atas lampu kota yang remang-remang.
Entah wattnya memang kecil atau sebentar lagi ia pun ingin tertidur.
.
Mataku berkedip.
Semua hal ternyata memiliki waktu.
Begitupun perasaan manusia.
Senang, tak selamanya senang.
Sedih, tak melekat abadi.
Kecewa, tak mengakar batin.
.
Sedih berubah marah,
marah berganti bangga,
bangga beralih kesal.
Sejam kecewa, semenit kemudian bisa tertawa bahagia.
Ternyata perasaan yang memiliki waktu, tak sejahat itu kan?

Komentar
Posting Komentar